PENDAHULUAN
Masalah sampah sebagai hasil aktivitas manusia di daerah perkotaan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan, terutama bila tidak sampai terangkut dan akhirnya terakumulasi di tempat-tempat terbuka maupun badan air. Selain itu sampah yang diamankan di TPA, ternyata tidak mampu mengamankan lingkungan sekitarnya akibat pengelolaan yang kurang baik. Permasalahannya antara lain adalah:
· Sampah yang dibuang di TPA 60-70% adalah materi organik yang mudah terurai. Sampah organik akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk leachate (lindi/air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar.
· Lindi yang terbentuk mengandung nilai BOD (Biological Oxygen Demand = Kebutuhan Akan Oksigen Biologis) mencapai ribuan bahkan puluhan ribu ppm. Selain itu dalam lindi juga mengandung bibit penyakit patogen, seperti tifus, hepatitis, dan sebagainya.
· Lindi mungkin juga mengandung logam berat, mengingat sampah yang diamankan di TPA tersebut masih tercampur antara sampah domestik B3 seperti batu baterai dengan sampah domestik biasa.
Proses dekomposisi yang terjadi di TPA bersifat anaerobik, sehingga terbentuk gas-gas berbahaya seperti metan, H2S, dan gas-gas merkaptan lainnya. Kebakaran yang sering terjadi di TPA, salah satu pencetusnya adalah karena keberadaan gas-gas tersebut yang kemudian disulut oleh hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala.
Kebakaran yang biasanya sulit untuk dipadamkan, akan meluas dan menimbulkan asap disertai bau yang menyengat, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan baik petugas maupun masyarakat sekitar.
Kepulan asap hasil pembakaran sampah harus dicermati, mengingat kemungkinan mengandung zat berbahaya lainnya yaitu dioksin, zat karsinogenik penyebab kanker yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari sampah plastik.
Selain masalah-masalah teknis seperti di atas, masalah non teknis pun menjadi kendala bagi pengelola sampah kota, antara lain:
* Keterbatasan lahan, terutama bagi kota-kota raya dan besar, sering menimbulkan masalah, karena itu sampah harus dibuang ke wilayah tetangga.
* Masalah kebersihan belum menjadi program prioritas di daerah. Hal ini berdampak pada alokasi biaya kebersihan yang masih sangat terbatas.
* Masyarakat masih belum memahami bahwa masalah kebersihan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.
* Hukum dan peraturan perundang-undangan belum dilaksanakan atau ditegakkan.
POLA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA WONOGIRI
Pola Pengelolaan Sampah sampai saat ini masih menganut paradigma lama dimana sampah masih dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna ,tak bernilai ekonomis dan sangat menjijikkan .Masyarakat sebagai sumber sampah tak pernah menyadari bahwa tanggung jawab pengelolaann sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.Pemerintah Kota dalam hal ini dinas kebersihan kota ataupun badan swasta yang menanganii sampah hanya sebagai fasilitator.
Gambar. Paradigma Lama Pengelolaan Sampah
Gambar 1.1. Paradigma Lama Penanganan Sampah
SUMBER SAMPAH
Ada beberapa kategori sumber sampah yang dapat digunakan sebagai acuan, yaitu:
n Sumber sampah yang berasal dari daerah perumahan
n Sumber sampah yang berasal dari daerah komersial
n Sumber sampah yang berasal dari fasilitas umum
n Sumber sampah yang berasal dari fasilitas sosial
Klasifikasi kategori sumber sampah tersebut pada dasarnya juga dapat menggambarkan klasifikasi tingkat perekonomian yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kemampuan masyarakat dalam membayar retribusi sampah dan menentukan pola subsidi silang.
Daerah Perumahan (rumah tangga)
Sumber sampah didaerah perumahan dibagi atas :
n Perumahan masyarakat berpenghasilan tinggi (High income)
n Perumahan masyarakat berpenghasilan menengah (Middle income)
n Perumahan masyarakat berpenghasilan rendah / daerah kumuh (Low income / slum area)
Daerah komersial.
Daerah komersial umumnya didominasi oleh kawasan perniagaan, hiburan dan lain-lain. Yang termasuk kategori komersial adalah pasar pertokoan hotel restauran bioskop salon kecantikan industri dan lain-lain
Fasilitas umum
Fasilitas umum merupakan sarana / prasarana perkotaan yang dipergunakan untuk kepentingan umum. Yang termasuk dalam kategori fasilitas umum ini adalah perkantoran, sekolah, rumah sakit, apotik, gedung olah raga, museum, taman, jalan, saluran / sungai dan lain-lain.
Fasilitas sosial
Fasilitas sosial merupakan sarana prasarana perkotaan yang digunakan untuk kepentingan sosial atau bersifat sosial. Fasilitas sosial ini meliputi panti-panti sosial (rumah jompo, panti asuhan) dan tempat-tempat ibadah (mesjid, gereja pura, dan lain-lain)
Sumber lain
Dari klasifikasi sumber-sumber sampah tersebut, dapat dikembangkan lagi jenis sumber-sumber sampah yang lain sesuai dengan kondisi kotanya atau peruntukan tata guna lahannya. Sebagai contoh sampah yang berasal dari tempat pemotongan hewan atau limbah pertanian ataupun buangan dari instalasi pengolahan air limbah (sludge), dengan catatan bahwa sampah atau limbah tersebut adalah bersifat padat dan bukan kategori sampah B3.
PENANGANAN DI SUMBER SAMPAH
Pengumpulan sampah yang berlaku selama ini di sumber sampah yaitu sampah rumah tangga, tempat tempat komersial, toko, pasar, fasilitas umum lainnya adalah dengan proses pewadahan dimana pemerintah kota dalam hal ini dinas kebersihan kota menyediakan tong-tong sampah.
Tong-tong sampah tersebut ditempatkan didepan rumah dan di depan toko serta tempat tempat yang dianggap strategis penghasil sampah.Proses penanganan sampah pada tingkat ini sangat menentukan proses selanjutnya.Seluruh sampah dengan berbagai jenis masuk dalam satu tong sampah.Dalam tiap tiap tong sampah berisi dengan berbagai jenis sampah seperti : plastik, kertas,sampah organik,kaca/gelas,logam dan lain lainnya.
Pada periode tertentu dilakukan pengambilan oleh petugas dari bagian kebersihan kota.Selain itu masyarakat juga dapat membuang sampahnya ke TPSS yang tersedia.
Tong sampah tersedia didepan rumah atau toko
TPSS Kota Wonogiri
PENGANGKUTAN
Dengan gerobak motor(Germo)
Pengumpulan dan pengangkutan dilakukan oleh petugas yang mendatangi ditiap tiap bangunan/sumber sampah(door to door) dan langsung diangkut dengan menggunakan gerobak motor(germo) Tossa untuk dibawa Depo transfer.Gerobak motor tersebut juga melakukan pengambilan sampah yang ada di tiap-tiap TPSS untuk diangkut ke Depo Transfer.
Gerobak Motor (Germo) Pemda Wonogiri
Dengan Truk Sampah
Truk sampah bertugas untuk mengangkut sampah dari Depotransfer ke TPA.Jumlah Armada Truk sampah yang dimiliki oleh Pemkab Kabupaten Wonogiri sebanyak 11 unit .Jumlah sampah yang terangkut dari Depotransfer ke TPA rata rata setiap hari sebanyak 8 samapi 10 truk dengan voilume total sekitar 32 m3 sampai 40 m3
Truk sampah Pemkab Wonogiri
PENAMPUNGAN SEMENTARA
Penampunan sementara sampah dikota sebelum diangkut ke ke TPA ditampung di tiap tiap TPSS dan di Depo Transfer yang berada ditempat yang dekat dengan sumber sampah .Jumlah TPSS dikabupaten Wonogiri sebanyak 68 tempat yang tersebar dikota wonogiri dan sekitarnya.
Sampah di Depotransfer sebelumdiangkut ke TPA
Dari foto terlihat adanya sampah yang bercampur baik di TPSS maupun di Depotransfer.
TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA)
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.
TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik.
Selama ini masih banyak persepsi keliru tentang TPA yang lebih sering dianggap hanya merupakan tempat pembuangan sampah. Hal ini menyebabkan banyak Pemerintah Daerah masih merasa saying untuk mengalokasikan pendanaan bagi penyediaan fasilitas di TPA yang dirasakan kurang prioritas disbanding dengan pembangunan sektor lainnya.
Literatur oleh Titus Yurial (justo33ball@yahoo.com)



semoga temen2 baca dan memahami paradigma penanganan sampah yang baru…mari kita bergerak!!!
maju terus, gw dukung..