<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>A.M.P.A.S</title>
	<atom:link href="http://ampas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ampas.wordpress.com</link>
	<description>AliansiMahasiswaPeduliSampah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2008 09:55:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ampas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>A.M.P.A.S</title>
		<link>http://ampas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ampas.wordpress.com/osd.xml" title="A.M.P.A.S" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ampas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PARADIGMA BARU POLA PENGELOLAAN SAMPAH (KOTA WONOGIRI)</title>
		<link>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/paradigma-baru-pola-pengelolaan-sampah-kota-wonogiri/</link>
		<comments>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/paradigma-baru-pola-pengelolaan-sampah-kota-wonogiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 09:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ampas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Referensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ampas.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Masalah sampah sebagai hasil aktivitas manusia di daerah perkotaan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan, terutama bila tidak sampai terangkut dan akhirnya terakumulasi di tempat-tempat terbuka maupun badan air. Selain itu sampah yang diamankan di TPA, ternyata tidak mampu mengamankan lingkungan sekitarnya akibat pengelolaan yang kurang baik. Permasalahannya antara lain adalah: Ã‚Â· Sampah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=23&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="SV">PENDAHULUAN</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Masalah sampah sebagai hasil aktivitas manusia di daerah perkotaan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan, terutama bila tidak sampai terangkut dan akhirnya terakumulasi di tempat-tempat terbuka maupun badan air. Selain itu sampah yang diamankan di TPA, ternyata tidak mampu mengamankan lingkungan sekitarnya akibat pengelolaan yang kurang baik. <span id="more-23"></span>Permasalahannya antara lain adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ã‚Â· Sampah yang dibuang di TPA 60-70% adalah materi organik yang mudah terurai. Sampah organik akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk leachate (lindi/air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ã‚Â· Lindi yang terbentuk mengandung nilai BOD (Biological Oxygen Demand = Kebutuhan Akan Oksigen Biologis) mencapai ribuan bahkan puluhan ribu ppm. Selain itu dalam lindi juga mengandung bibit penyakit patogen, seperti tifus, hepatitis, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ã‚Â· Lindi mungkin juga mengandung logam berat, mengingat sampah yang diamankan di TPA tersebut masih tercampur antara sampah domestik B3 seperti batu baterai dengan sampah domestik biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Proses dekomposisi yang terjadi di TPA bersifat anaerobik, sehingga terbentuk gas-gas berbahaya seperti metan, H2S, dan gas-gas merkaptan lainnya. Kebakaran yang sering terjadi di TPA, salah satu pencetusnya adalah karena keberadaan gas-gas tersebut yang kemudian disulut oleh hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kebakaran yang biasanya sulit untuk dipadamkan, akan meluas dan menimbulkan asap disertai bau yang menyengat, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan baik petugas maupun masyarakat sekitar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kepulan asap hasil pembakaran sampah harus dicermati, mengingat kemungkinan mengandung zat berbahaya lainnya yaitu dioksin, zat karsinogenik penyebab kanker yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari sampah plastik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Selain masalah-masalah teknis seperti di atas, masalah non teknis pun menjadi kendala bagi pengelola sampah kota, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>* Keterbatasan lahan, terutama bagi kota-kota raya dan besar, sering menimbulkan masalah, karena itu sampah harus dibuang ke wilayah tetangga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>* Masalah kebersihan belum menjadi program prioritas di daerah. Hal ini berdampak pada alokasi biaya kebersihan yang masih sangat terbatas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>* Masyarakat masih belum memahami bahwa masalah kebersihan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>* Hukum dan peraturan perundang-undangan belum dilaksanakan atau ditegakkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">POLA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA WONOGIRI</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pola Pengelolaan Sampah sampai saat ini masih menganut paradigma lama dimana sampah masih dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna ,tak bernilai ekonomis dan sangat menjijikkan .Masyarakat sebagai sumber sampah tak pernah menyadari bahwa tanggung jawab pengelolaann sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.Pemerintah Kota dalam hal ini dinas kebersihan kota ataupun badan swasta yang menanganii sampah hanya sebagai fasilitator.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Gambar. Paradigma Lama Pengelolaan Sampah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Gambar 1.1. Paradigma Lama Penanganan Sampah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">SUMBER SAMPAH</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ada beberapa kategori sumber sampah yang dapat digunakan sebagai acuan, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Sumber sampah yang berasal dari daerah perumahan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Sumber sampah yang berasal dari daerah komersial</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Sumber sampah yang berasal dari fasilitas umum</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Sumber sampah yang berasal dari fasilitas sosial</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Klasifikasi kategori sumber sampah tersebut pada dasarnya juga dapat menggambarkan klasifikasi tingkat perekonomian yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kemampuan masyarakat dalam membayar retribusi sampah dan menentukan pola subsidi silang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Daerah Perumahan (rumah tangga)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sumber sampah didaerah perumahan dibagi atas :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Perumahan masyarakat berpenghasilan tinggi (High income)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Perumahan masyarakat berpenghasilan menengah (Middle income)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">n Perumahan masyarakat berpenghasilan rendah / daerah kumuh (Low income / slum area)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Daerah komersial.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Daerah komersial umumnya didominasi oleh kawasan perniagaan, hiburan dan lain-lain. Yang termasuk kategori komersial adalah pasar pertokoan hotel restauran bioskop salon kecantikan industri dan lain-lain</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Fasilitas umum</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Fasilitas umum merupakan sarana / prasarana perkotaan yang dipergunakan untuk kepentingan umum. Yang termasuk dalam kategori fasilitas umum ini adalah perkantoran, sekolah, rumah sakit, apotik, gedung olah raga, museum, taman, jalan, saluran / sungai dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Fasilitas sosial</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Fasilitas sosial merupakan sarana prasarana perkotaan yang digunakan untuk kepentingan sosial atau bersifat sosial. Fasilitas sosial ini meliputi panti-panti sosial (rumah jompo, panti asuhan) dan tempat-tempat ibadah (mesjid, gereja pura, dan lain-lain)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sumber lain</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dari klasifikasi sumber-sumber sampah tersebut, dapat dikembangkan lagi jenis sumber-sumber sampah yang lain sesuai dengan kondisi kotanya atau peruntukan tata guna lahannya. Sebagai contoh sampah yang berasal dari tempat pemotongan hewan atau limbah pertanian ataupun buangan dari instalasi pengolahan air limbah (sludge), dengan catatan bahwa sampah atau limbah tersebut adalah bersifat padat dan bukan kategori sampah B3.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">PENANGANAN DI SUMBER SAMPAH</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pengumpulan sampah yang berlaku selama ini di sumber sampah yaitu sampah rumah tangga, tempat tempat komersial, toko, pasar, fasilitas umum lainnya adalah dengan proses pewadahan dimana pemerintah kota dalam hal ini dinas kebersihan kota menyediakan tong-tong sampah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tong-tong sampah tersebut ditempatkan didepan rumah dan di depan toko serta tempat tempat yang dianggap strategis penghasil sampah.Proses penanganan sampah pada tingkat ini sangat menentukan proses selanjutnya.Seluruh sampah dengan berbagai jenis masuk dalam satu tong sampah.Dalam tiap tiap tong sampah berisi dengan berbagai jenis sampah seperti : plastik, kertas,sampah organik,kaca/gelas,logam dan lain lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pada periode tertentu dilakukan pengambilan oleh petugas dari bagian kebersihan kota.Selain itu masyarakat juga dapat membuang sampahnya ke TPSS yang tersedia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Tong sampah tersedia didepan rumah atau toko</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">TPSS Kota Wonogiri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">PENGANGKUTAN</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dengan gerobak motor(Germo)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pengumpulan dan pengangkutan dilakukan oleh petugas yang mendatangi ditiap tiap bangunan/sumber sampah(door to door) dan langsung diangkut dengan menggunakan gerobak motor(germo) Tossa untuk dibawa Depo transfer.Gerobak motor tersebut juga melakukan pengambilan sampah yang ada di tiap-tiap TPSS untuk diangkut ke Depo Transfer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Gerobak Motor (Germo) Pemda Wonogiri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dengan Truk Sampah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Truk sampah bertugas untuk mengangkut sampah dari Depotransfer ke TPA.Jumlah Armada Truk sampah yang dimiliki oleh Pemkab Kabupaten Wonogiri sebanyak 11 unit .Jumlah sampah yang terangkut dari Depotransfer ke TPA rata rata setiap hari sebanyak 8 samapi 10 truk dengan voilume total sekitar 32 m3 sampai 40 m3</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Truk sampah Pemkab Wonogiri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">PENAMPUNGAN SEMENTARA</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Penampunan sementara sampah dikota sebelum diangkut ke ke TPA ditampung di tiap tiap TPSS dan di Depo Transfer yang berada ditempat yang dekat dengan sumber sampah .Jumlah TPSS dikabupaten Wonogiri sebanyak 68 tempat yang tersebar dikota wonogiri dan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sampah di Depotransfer sebelumdiangkut ke TPA</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dari foto terlihat adanya sampah yang bercampur baik di TPSS maupun di Depotransfer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Selama ini masih banyak persepsi keliru tentang TPA yang lebih sering dianggap hanya merupakan tempat pembuangan sampah. Hal ini menyebabkan banyak Pemerintah Daerah masih merasa saying untuk mengalokasikan pendanaan bagi penyediaan fasilitas di TPA yang dirasakan kurang prioritas disbanding dengan pembangunan sektor lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Literatur oleh Titus Yurial (justo33ball@yahoo.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ampas.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ampas.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ampas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ampas.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=23&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/paradigma-baru-pola-pengelolaan-sampah-kota-wonogiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ampas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>incinerator</title>
		<link>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/incinerator/</link>
		<comments>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/incinerator/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 09:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ampas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ampas.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa alternatif pemusnahan sampah, salah satunya dengan pembakaran (incinerator). Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan kebakaran. Tetapi pembakaran sampah menghasilkan dioksin, yaitu ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan), atau PCB (poly chlorinated [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=21&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa alternatif pemusnahan sampah, salah satunya dengan pembakaran (incinerator).</p>
<p><span style="color:black;"><em> Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau dan kebakaran.</em></span><span id="more-21"></span><br />
Tetapi pembakaran sampah menghasilkan dioksin, yaitu ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan), atau PCB (poly chlorinated biphenyl).<span> </span>Jika senyawa yang berstruktur sangat stabil itu hanya dapat larut dalam lemak dan tidak dapat terurai ini bocor ke udara dan sampai kemudian dihirup oleh manusia maupun hewan melalui udara. Dioksin akan mengendap dalam tubuh, yang pada kadar tertentu dapat mengakibatkan kanker.</p>
<p>Bahkan Global Anti-Incinerator Alliance (GAIA) menjelaskan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang dapat mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran. Selain itu, insinerator juga merupakan sumber utama polutan-polutan logam berat, seperti timah (Pb), kadmium (Cd), arsen (As) dan kromium (Cr). Polutan-polutan lain yang dihasilkan dari insinerator yang juga perlu diperhatikan antara lain adalah senyawa–senyawa hidrokarbon-halogen (non-dioxin), gas-gas penyebab hujan asam, partikulat-partikulat yang dapat mengganggu fungsi paru-paru, dan gas-gas efek rumah rumah kaca. Namun demikian, klasifikasi polutan-polutan yang dihasilkan insinerator masih belum lengkap, dan masih banyak lagi senyawa-senyawa yang belum teridentifikasi dalam bentuk emisi dan abu di udara. (<a href="http://timpakul.or.id/anak/node/31">http://timpakul.or.id/anak/node/31</a>).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ampas.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ampas.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ampas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ampas.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=21&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/incinerator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ampas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>exposure TPA Salatiga</title>
		<link>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/exposure-tpa-salatiga/</link>
		<comments>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/exposure-tpa-salatiga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 09:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ampas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ampas.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[href=&#8221;http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02408.jpg&#8221;&#62;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=11&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02387.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-12" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02387.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02388.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-13" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02388.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02403.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-14" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02403.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02395.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-15" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02395.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a><span id="more-11"></span></a>href=&#8221;http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02408.jpg&#8221;&gt;<img class="alignnone size-medium wp-image-16" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02408.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02407.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-17" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02407.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02409.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02409.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02426.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-19" src="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02426.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ampas.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ampas.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ampas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ampas.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=11&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/exposure-tpa-salatiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ampas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02387.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02388.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02403.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02395.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02408.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02407.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02409.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://ampas.files.wordpress.com/2008/07/dsc02426.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Pengantar</title>
		<link>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/beberapa-pengantar/</link>
		<comments>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/beberapa-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 09:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ampas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ampas.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu sampah? &#8220;Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan&#8221;. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). &#8220;Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=6&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu sampah?</strong></p>
<p>&#8220;Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan&#8221;. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).<span id="more-6"></span></p>
<p>&#8220;Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.&#8221; (Istilah Lingkungan untuk Manajeman, Ecolink, 1996).</p>
<p>&#8220;Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemilikya atau pemakai semula&#8221;. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)</p>
<p>&#8220;Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai&#8221;. (Radyastuti, W. Prof. , Ir, 1996).</p>
<p><strong>ANORGANIK VS ORGANIK</strong></p>
<p>Secara garis besar sampah dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :</p>
<ul>
<li>1. Sampah Anorganik/kering<br />
Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami.</li>
<li>2. Sampah organik/basah<br />
Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.</li>
<li>3. Sampah berbahaya<br />
contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll</li>
</ul>
<p><strong>Sumber-sumber sampah </strong></p>
<ul>
<li>1. Rumah Tangga</li>
<li>2. Pertanian</li>
<li>3. Perkantoran</li>
<li>4. Perusahaan</li>
<li>5. Rumah Sakit</li>
<li>6. Pasar dll.</li>
</ul>
<ul><span style="text-decoration:underline;"><strong>Tata cara Pemusnahan sampah</strong></span></p>
<p>Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :</p>
<li>a. Penumpukan.<br />
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air.</li>
<li>b. Pengkomposan.<br />
Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.</li>
<li>c. Pembakaran.<br />
Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran.</li>
<li>d. “Sanitary Landfill”.<br />
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.</p>
<ul>
<li>1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak</li>
<li>2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang</li>
<li>3. Sampah kertas : Daur Ulang</li>
</ul>
<ul>
<li>1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.</li>
<li>2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.</li>
<li>3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.</li>
<li>4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll</li>
<li>5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll</li>
<li>6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.</li>
</ul>
</li>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Pemanfaatan Sampah:</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Daur ulang </span></strong><br />
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.</p>
<p><strong>Material yang dapat didaur ulang :</strong></p>
<p><strong>Manfaat pengelolaan sampah</strong></p>
<li>1. Mengehemat sumber daya alam</li>
<li>2. Mengehemat Energi</li>
<li>3. Menguranagi uang belanja</li>
<li>4. Menghemat lahan TPA</li>
<li>5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)</li>
</ul>
<p>Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :</p>
<p style="text-align:left;">1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus<br />
2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara<br />
3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.</p>
<p style="text-align:left;">**<a href="http://jakarte.wordpress.com/2007/08/14/20/">http://jakarte.wordpress.com/2007/08/14/20/</a>**</p>
<p style="text-align:left;">**<a href="http://dedysubandi.multiply.com/journal/item/73">http://dedysubandi.multiply.com/journal/item/73</a>**</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ampas.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ampas.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ampas.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ampas.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ampas.wordpress.com&amp;blog=4131210&amp;post=6&amp;subd=ampas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ampas.wordpress.com/2008/07/03/beberapa-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ampas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
